Jumat, 23 Februari 2018

Angan pagi

Assalamualaikum.Wr. Wb

Bismillahirrohmanirrohim....

Teman-teman 921puisi, kini saya kembali lagi dengan karya puisi baru saya. Puisi bagi saya adalah salah satu pelepas segala rasa senang maupun gundah yang ada di hati, dengan menciptakan puisi rasanya saya mampu mengontrol segala emosi yang saya rasakan dan bisa saya luapkan ke dalam teks puisi. Mungkin karya saya belum sebanyak Chairil Anwar, puisi saya belum sesendu WS. Rendra, namun saya punya keinginan kuat untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Dengan dukungan teman-teman 921puisi yang terus setia membaca puisi karya saya dan hanyut bersama di dalamnya, sudah membuat saya begitu senang. Ini adalah salah satu puisi yang saya ciptakan ketika saya larut dalamkeadaan dimana saya mengagumi seseorang namun saya sadar bahwa terlarut dalam kekaguman adalah kesalahan besar. Semoga teman-teman 921puisi menikmati karya saya.

November,2617
Di pagi hari, dengan secarik kertas.

ANGAN PAGI

Aku terjaga
Bergegas aku pergi
Menghadapi riuhnya jalanan itu

Seketika aku tertegun
Tertegun pada keindahan
Keindahan suara itu
Suara lirih yang menenangkan

Kini,
Perguliran waktu begitu cepat
Di akhir waktu
Hanya satu pintaku

Hadirkan dia
Sebagai pelengkap keindahan
Keindahan di hari itu
Dialah senja.

Puisi ini memang pendek, namun bagi saya, setiap kembali membacanya, dapat menarik saya kembali ke suasana saat hati saya tergetar dan mulai enggan behenti menjadi penggemarnya. Bagaimana dengan teman-teman 921puisi? apakah sama? ataukah berbeda?

Wassalamualaikum. Wr. Wb
-KOC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar